Hiburan
Lontong Balap, Surabaya Banget

Kuliner signature banget Surabaya adalah Lontong Balap. Unik dan khas, dengar namanya aja sudah geli menggelitik. Lontong aja bisa balapan
Entah kenapa kok dinamakan Lontong Balap. Belum ada sejarah yang menceritakan dengan ilmiah dan gamblang. Namun Lontong Balap sudah lama dan turun menurun puluhan tahun. Ada beberapa versi asal usul & sejarah nama Lontong Balap. Ada yang versi yang mengatakan karena dulu yang jualan Lontong Balap kemana-mana jualannya pake gentong besar yang dipikul. Karena berat, jadi jalannya musti cepet2 kayak orang balapan.
Bualan lain menyatakan kalo yg jualan Lontong Balap ini tinggalnya di pinggiran kota, jadi kalo mau jualan mesti naikin dagangannya ke atas gerbong kereta api. Dan melesatlah si tukang lontong ke kota dengan kecepatan tinggi.
Ziingg!!..
Pak Gendut
Penjual Lontong Balap yang paling kondang seantero Surabaya adalah “Lontong Balap Garuda Pak Gendut”. Tidak main-main, langganan Pak Gendut ini termasuk para artis Republik Cinta seperti Ahmad Dhani & Andra. Lapaknya Pak Gendut bisa dilacak di Jalan Kranggan, di sekitar ex Bioskop Garuda. Jalan Kranggan, dari arah Jalan Blauran sebelum BG Junction persis, langsung belok kiri.
Tapi jangan salah pilih, di sana ada banyak warung2 lain yang mengaku-aku Lontong Balap Garuda juga. Pilihlah Pak Gendut, paling rame karena visi dan misi Lontong Balapnya jelas lebih mantap.
Seporsi Lontong Balap berisi lontong, tahu goreng dan lentho dengan irisan bite size. Lentho itu kurang lebih semacam perkedel, tapi diracik dari singkong & kacang tolo. Kemudian masih ditambahkan kecambah (toge) dalam porsi yang generous, lalu diguyur dengan kuah gurih beraksen garlic yang kenceng. Abis itu masih ditaburi bawang goreng yang bikin Lontong Balap Pak Gendut ini makin yummy. Yang doyan pedes bisa minta sambal petis yg banyak sama Pak Gendut.
Jodohnya Lontong Balap ini pastinya Sate Kerang sama Es Degan (kelapa muda). Kerangnya sih jadi favoritku. Kalo Es Degannya lembut dilidah. Langsung lumer masuk tenggorokan
Overall juara banget. Harga juga pas. Cuma kadang ga semua orang doyan sama toge, petis dan kuah beraroma bawang putih, jadi kalo ajak2 temen baiknya dikonfirmasi dulu soal ingredient-nya Ok deh, met balapan dengan lontong Pak Gendut.. Brmmmm..
#SensasiRelijiSurabaya, Sejarah Pusat Dakwah Dari Kembang Kuning.
Dalam sejarah berdirinya Masjid Rahmat Kembang Kuning tak bisa dilepaskan oleh misi dakwah dan kebesaran nama Sunan Ampel. Kenyataannya Masjid Rahmat, tercatat dalam lembaran sejarah dibangun pada pertengahan abad XV era awal keruntuhan Kerajaan Majapahit.
Salah satu bukti termuat dalam Kitab Pengging Teracah, Kalau saja Raja Brawijaya Mojopahit memberikan hadiah Ampilan tanah pada Samputoalang atau Raden Achmad Rahmatuliah nama asli Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di wilayah utara tanah kekuasaan Mojopahit. Dalam Perjalanan menyebarkan agama Islam di wilayah utara, Sunan Ampel disertai beberapa pengikut, diantaranya ada pengikut setianya bernama Ki Wirosaroyo. Ki Wirosaroyo sebelumnya beragama Hindu. Setelah masuk Islam Ki Wirosaroyo ikut perjalanan Sunan Ampel ke wilayah utara. Ki Wirosaroyo dipanggil Pak Karimah, atau lebih populer dengan sebutan Mbah Karimah (menurut tradisi Jawa, orang tua dipanggil dengan nama anak pertamanya). Kebetulan ia punya anak gadis bemama Karimah yang kemudian disunting Sunan Ampel. Dari hasil pemikahan ini, pasangan tersebut dikaruniai dua orang putri , yakni Siti Mustosima dan Siti Mustosiah. Lalu, dua putri Sunan Ampel ini, Siti Mustosima atau Dewi Mursimah, menikah dengan Sunan Kalijaga, sedangkan Siri Murtosiah atau juga disebut Dewi Murtasiah menikah dengan Sunan Giri.
Sesampai di Surabaya di Kademangan Cemoro Sewu, Sunan Ampel lebih dulu membangun tempat ibadah. Tempat ibadah yang didirikan Sunan Ampel bersama Ki Wirosaroyo ini, berbentuk musholla kecil berukuran sekitar 12×12 meter dan sekilas mirip cungkup. Lantainya menyerupai siti inggil yang menurut kepercayaan sangat pas untuk munajat pada Allah.
Konon Langgar ini dibangun hanya semalam dan di kawasan sekitar bangunan langgar banyak tumbuh bunga berwarna kuning, hingga pada pagi harinya masyarakat sangat terkejut dengan keberadaan langgar tersebut, maka masyarakat sekitar menyebutnya Langgar Tiban/Langgar Kembang Kuning, Langgar ini sudah direnovasi total jadi Masjid Rahmat. Renovasi total ini karena takut akan adanya pengkultusan yang dikhawatirkan mendekati sirik•
Setelah itu, Sunan Ampel melanjutkan perjalanan menyebarkan agama Islam di wilayah, sempat pula membangun tempat ibadah di kampung Penilih, setelah itu baru, Sunan Ampel membangun masjid di Ampel Dento yang dikenal dengan Masjid Ampel.
#WarisanDunia : Keindahan Machu Picchu.
Machu Picchu (“Gunung Tua” dalam bahasa Quechua; sering juga disebut “Kota Inca yang hilang”) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m di atas permukaan laut. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.
Sejarah
Merupakan simbol Kerajaan Inka yang paling terkenal. Dibangun pada sekitar tahun 1450, tetapi ditinggalkan seratus tahun kemudian, ketika bangsa Spanyol berhasil menaklukan Kerajaan Inka. Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya kembali pada tahun1911. Sejak itu, Machu Picchu menjadi objek wisata yang menarik bagi para turis lokal maupun asing.
Machu Picchu dibangun dengan gaya Inka kuno dengan batu tembok berpelitur. Bangunan utamanya adalah Intihuatana, Kuil Matahari, dan Ruangan Tiga Jendela. Tempat-tempat ini disebut sebagai Distrik Sakral dari Machu Picchu.
Situs tersebut telah ditunjuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1983, Machu Picchu juga merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia baru, juga mendapatkan perhatian akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh pariwisata (jumlah pengunjung mencapai 400,000 pada tahun 2003). Pada bulan September tahun 2007, Peru melakukan usaha-usaha legal dengan hasil tercapainya sebuah persetujuan dengan Universitas Yale untuk mengambil kembali artifak-artifak yang pernah dibawa oleh Bingham dari situs tersebut pada awal abad 20.
#SensasiRelijiSurabaya, Masjid Jami’ Peneleh, Jejak Sunan Ampel di Kampung Peneleh.
Langit-langit itu berhias huruf Arab, berisi nama empat sahabat Nabi Muhammad, yakni Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Tembok masjid dikelilingi 25 ventilasi dan lima daun jendela. Di masing-masing ventilasi tersebut terdapat hiasan aksara Arab berupa nama-nama 25 nabi.
Tak banyak catatan ataupun referensi mengenai masjid bermenara besar ini. Namun masyarakat setempat mempercayai bahwa Masjid Jami’ Peneleh dibangun Sunan Ampel pada 1421 atau lebih tua bila dibandingkan dengan Masjid Ampel sendiri.
Keyakinan itu diperkuat oleh sekelumit catatan di buku ensiklopedia Indonesia yang disusun oleh Prof. Dr MR TGS Mulia dan Prof. Dr. KAH Hadding. Dalam ensiklopedia itu disebutkan bahwa Sunan Ampel yang juga bernama Ali Rahmatullah berpindah dari kampung Kembang Kuning ke Peneleh. Di tempat baru itu Rahmatullah mendirikan sebuah masjid yang lebih besar ketimbang “musala tiban Kembang Kuning.”
Setelah beberapa waktu berdiam di Peneleh, Rahmatullah pindah lagi ke daerah Dento dekat pesisir utara. Di sana dia dipinjami lahan cukup luas oleh Raja Majapahit. Akhirnya di atas tanah pemberian raja itu didirikan sebuah masjid Dento Ampel. Nama Dento Ampel berubah menjadi Ampel Dento hingga sekarang.
Heru, 54 tahun, pengurus Masjid Jami’ Peneleh, menuturkan bagunan dalam masjid masih asli. Pada 1970-an serambi masjid diperluas tanpa mengubah ornamen dalam. “Keaslian masjid ini tetap dipertahankan,” ujar Heru yang juga warga asli Peneleh, Kamis (19/8) siang.
Heru memperkirakan, Rahmatullah mendirikan masjid di tempat itu karena dulunya merupakan daerah ramai. Maklum, kampung Peneleh berada tepat di sisi timur Kali Mas, sungai yang menjadi urat nadi lalu lintas perairan pada masa itu. “Dalam angan-angan kami, Sunan Ampel ingin menyebarkan Islam dari tempat ini karena strategis,” kata dia.
Menurut Heru, sampai saat ini cerita-cerita gaib tentang masjid tersebut masih lekat di hati masyarakat sekitar. Misalnya, di dalam masjid, tepatnya di tempat jemaah perempuan, terdapat bekas sumur. Bibir sumur itu hanya selebar satu buah keramik sehingga selalu tertutup rapat.
Konon, sebelum tempat jemaah perempuan dibangun, sumur buatan Sunan Ampel itu terletak di luar masjid sebelah kiri. Sampai saat ini, kata Heru, air sumur tersebut banyak diburu orang. “Tapi kami ndak berani mengambil airnya, bila ada yang membutuhkan cukup kami ambilkan air dari tempat wudu,” kata dia.
Pada masa perang kemerdekaan 1945, menurut Heru, kubah masjid itu pernah tersambar meriam Belanda yang ditembakkan dari arah Jembatan Merah. Tapi kubah itu tidak hancur dan hanya bagian sisi timur yang sedikit mengalami kerusak. “Langit-langit yang jebol kena meriam itu langsung diganti,” ujar Heru.
Uniknya, sampai kini masjid tersebut masih menggunakan jam istiwa untuk pedoman melihat waktu salat. Jam istiwa adalah penunjuk waktu berdasarkan arah condong matahari. Tapi tidak setiap hari kunci jam istiwa yang berada di bagian depan masjid itu dibuka. “Kami melihatnya pada saat-saat tertentu, utamanya setiap lima hari sekali,” kata Heru.
Sayang masjid tua itu kini seperti terbenam di tengah pemukiman. Pamornya kalah dengan masjid-masjid bersejarah lainnya, seperti Masjid Ampel, Masjid Kemayoran, Masjid Kembang Kuning atau yang lebih baru, Masjid Al Akbar. “Yang salat di sini masyarakat sekitar masjid saja,” kata Heru.
KUKUH S WIBOWO
#SensasiIjoSurabaya : Danau angsa wuapik.
#SensasiIjoSurabaya, Hidup di kota yang sibuk seperti Surabaya. Saat weekend butuh tempat fresh dan hijau. Tim #SensasiIjoSurabaya berhasil mengabadikan danau angsa yang segar, nyaman dan hijau. Mmhh. Rasanya pengin berlama-lama di sana. Banyak angsa dan juga ikan-ikan hias: Ko’i dan mas nya.
Danau Angsa nan indah tepat di depan kampus C Universitas Surabaya di daerah Mulyorejo. Pengin rasain sensasi segarnya yuk!! gabung dengan kami.
#SensasiAngkerSurabaya : Konon Kabarnya Ini Paling Angker #2 Di Indonesia.
Rumah yang belum jadi di kawasan Puncak Darmo Permai di daerah Sukomanunggal. Adalah rumah yang keren untuk uji nyali. Berbagai aktifis komunitas uji nyali pernah mencoba dan menelusuri keanggkeran rumah tersebut. Bahkan salah satu stasiun tv swasta ikut-ikutan menyelidiki.
Dari hasil poling pemirsa tv, Rumah ini salah tempat yang paling angker #2 se-Indonesia. Benarkah demikian?!! Yuk kita telusuri…
#SensasiAngkerSurabaya, menyajikan rumah angker dr poling penonton, Terangker #2 se Indonesia. Apakah demikian nyatanya?! Saksikan deskripsinya dlm video berikut
Wisata Anyar Mangrove (WAM) Surabaya.
Wisata Anyar Mangrove (WAM), berada di pantai timur Surabaya (Pamurbaya) tepatnya di kecamatan Gunung Anyar kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut. Kawasan Pamurbaya sendiri terletak di tepi Selat Madura yang luasnya nisbi (relatif) sempit. Daerahnya merupakan bentang alam yang datar dengan kemiringan antara 0-3 persen.
Tepat pada tanggal 1 Januari 2010 lalu, wisata yang diberi nama “Wisata Anyar Mangrove” (WAM) diresmikan oleh Bambang D.H. Penanaman sebanyak 1000 bibit pohon bakau, yang melibatkan 200 peserta, mulai dari kalangan masayarakat, mahasiswa, dan para pecinta lingkungan. Ide itu berasal warga Perumahan Wisma Indah Dua dan Tirta Agung.
Keberadaan hutan mangrove ini mampu menyedot kedatangan 147 spesies burung. Dari 84 spesies burung yang diketahui menetap di Pamurbaya, 12 spesies termasuk jenis yang dilindungi, juga monyet ekor panjang. Bermacam jenis burung air seperti kuntul perak, pecuk hitam, mandar padi, mandar batu, dan kowak malam. Di sana juga sebagai tempat persingahan ribuan burung migran setiap tahun. Diketahui ada 44 jenis burung migran yang singgah di Pamurbaya. Burung tersebut kebanyakan asal Benua Australia menuju Eropa.
Selain itu, dari pihak pengelolah memberikan fasilitas sebagai Ekowisata Mangrove Wonorejo, sebagai rehabilitasi, edukasi, dan rekreasi. Para wisatawan bisa menikmati indahnya tanaman mangrove dengan berkeliling menaiki perahu motor.
Jika Anda datang secara berkelompok, Anda bisa memesan terlebih dahulu satu minggu sebelumnya. Pihak pengelola juga menyediakan menu makanan (nasi) dengan lauk hasil laut di WAM, seperti kepiting, bandeng, udang dan lainnya dengan patokan harga yang masih terjangkau. Fasilitas lainnya terdapat pula gazebo (pos pantau mangrove).
Disbudpar Jatim : Gelar Seni Budaya Jawa Timur .
Kegiatan ini digelar 17 – 19 Februari 2012 yang berlokasi di UPT Taman Budaya Jl. Gentengkali 85 Surabaya
SURABAYA – Dalam rangka melaksanakan program fasilitasi keragaman budaya daerah dan promosi pariwisata Jawa Timur tahun 2012, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur akan mengadakan Gelar Seni Budaya Daerah Jawa Timur
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dr H Jarianto MSi mengatakan gelar seni Budaya Daerah Jawa Timur ini mengambil tema “Gumelaring Budaya Bumi Anjuk Ladang” asal Kabupaten Nganjuk. Selain itu juga ditampilkan berbagai karya seni lain dan pameran hasil produk unggulan.
“Kegiatan ini digelar 17 – 19 Februari 2012 yang berlokasi di UPT Taman Budaya Jl. Gentengkali 85 Surabaya dalam rangka melaksanakan program fasilitasi keragaman budaya daerah dan promosi pariwisata Jawa Timur tahun 2012″ Ujar Jarianto dalam siaran persnya, Selasa (7/2) lalu.
Acara juga akan diisi dengan Pembukaan Gelar Seni Budaya Daerah Jawa Timur dan pergelaran Wayang Orang Maestro dengan lakon/judul “Palguna Palgunadi” yang dimulai pada pukul 19.00 hingga selesai.
Kemudian pada hari Sabtu (18/2) akan diadakan Lomba Karawitan Kelompok Anak dan Ibu yang dimulai pukul 09.00 hingga selesai serta Pergelaran Tayub yang dimulai pukul 19.00 hingga selesai.
Pada hari Minggu (19/2)acara akan diisi dengan Lomba Senam Aerobik yang dimulai pada pukul 06.00 hingga selesai dan Pergelaran Campursari yang berlangsung pada pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WIB.
SEPULTURA BAKALAN TAMPIL DI SURABAYA.
SEPULTURA BAKALAN TAMPIL DI SURABAYA
Kabar kedatangan grup band legendaris asal Brasil, Sepultura, ke lima kota di Indonesia pada Februari mendatang cukup menyedot perhatian, khususnya pencinta musik metal Tanah Air.
Tak mengherankan bila Sonic Horizon, sebagai empunya hajat tersebut, langsung dihujani komentar dan pertanyaan seputar konser Sepultura termasuk soal harga tiketnya.
“Kami kebanjiran permintaan harga tiket dan kapan tanggal dimulainya penjualan pre-sale dari fan sejak berita resmi tour ini kami umumkan,” kata Ezra Simanjuntak, Head Organizer and Producer Sonic Horizon, melalui rilis yang diterima Tempo, Sabtu 7 Januari 2012.
Untuk itu, Sonic Horizon yang kali ini bekerja sama dengan promotor asal Malaysia Netzah Production resmi membuka pre-sale pertama tiket pada Rabu 11 Januari 2012 pukul 14 WIB dan berakhir tak lebih dari 10 hari kemudian.
“Semoga semua ticket box dan rekan-rekan setiap kota dan provinsi sudah siap dan tidak berhalangan. Insya Allah rencananya serentak pada hari tersebut,” ujarnya.
Berikut harga tiket yang dibanderol promotor untuk masing-masing kota di Indonesia:
Di Pardede Hall, Medan (3 Februari 2012).
Kelas Festival, pre-sale 1 Rp 100 ribu, pre-sale 2 Rp 125 ribu, harga normal Rp 150 ribu. Kelas tribun, pre-sale dan harga normal Rp 200 ribu. Kelas VIP, pre-sale dan harga normal Rp 250 ribu (harga tidak termasuk pajak perforasi).
Di Lapangan Basket Karebosi, Makassar (4 Februari 2012). Kelas festival, pre-sale 1 Rp 135 ribu, pre-sale 2 Rp 165 ribu, dan harga normal Rp 200 ribu (harga sudah termasuk pajak perforasi Makassar sebesar 35 persen).
Di Lapangan Parkir Selatan Senayan, Jakarta (9 Februari 2012). Kelas festival, pre-sale 1 Rp 175 ribu, pre-sale 2 Rp 225 ribu, dan harga normal Rp 250 ribu (harga tidak termasuk pajak perforasi).
Di Jatim Expo International, Surabaya (11 Februari 2012). Pre-sale 1 Rp150 ribu, pre-sale 2 dan harga normal Rp 200 ribu (harga tidak termasuk pajak perforasi).
Di GOR Ngurah Rai, Bali (12 Februari 2012). Kelas Festival A, pre-sale 1 Rp 225 ribu dan harga normal Rp 275 ribu. Kelas Festival B, pre-sale 1 Rp170 ribu dan harga normal Rp 200 ribu. Kelas Festival C, pre-sale 1 Rp150 ribu dan harga normal Rp 175 ribu. Kelas tribun, pre-sale dan harga normal Rp 250 ribu (harga tidak termasuk pajak perforasi).
Untuk tiket yang terbebani oleh pajak perforasi dari dinas pendapatan di setiap kota, bisa berbeda dan berubah sesuai dengan kenaikan tahun. Adapun nilainya sebesar 10 sampai 20 persen dari harga tiket.
Royal Plaza Surabaya Sekarang Jadi Terminalnya Dunia Hantu.
Mungkin tidak banyak orang yang tahu, kalau saja sebenarnya Mall Royal Plaza ada sebuah lorong yang sangat menyeramkan. Lorong ini ternyata menjadi terminalnya dunia hantu. Konon kabarnya hantu-hantu ini di datangkan dari ide pemakaman Jeruk Purut di Jakarta. Berbagai hantu-hantu mulai dari kuntilalanak, sundel bolong, tuyul, wewe gombel, pocong, suster ngesot, si bongkok dan hantu tanpa kepala.
Kumpulan para hantu ini bisa di nikmati oleh semua pengujung Mall yang ingin menguji nyali. Hanya membayar tiket masuk yang di bandrol sekitar Rp 10.000 sampai Rp 20.000 ada bisa merasakan sensasi horor di Misteri Lorong Hantu sepanjang 350 meter.
Event Misteri Lorong Hantu bisa jadi ajang rekreasi liburan keluarga di kelola EO Rumah Hantu Indonesia. Event ini di gelar 2 Februari sampai dengan 4 Maret 2012.
Para hantu-hantu itu yang bergentayangan itu berhasil memuaskan rasa penasaran para pengunjung. Dan korban-korban yang ketakutan banyak. Meski para korban itu ketakutan, bahkan ada yang pingsan. Sepertinya mereka puas dan pengin kembali menjelajahi Misteri Lorong Hantu itu suatu saat.
Pecel mudah sekali diperoleh, penjualnya biasanya buka mulai pagi hingga tengah hari. Bagi penggemar pecel, pasti sudah hafal penjual pecel enak di Surabaya. Salah satu pecel yang selalu dipadati pengunjung adalah Pecel Murni Madiun Bu Yuning.
Di Madiun sendiri, Pecel Murni berlokasi di jalan Agus Salim. Di Surabaya, Pecel Murni dirintis Bu Yuning sejak tahun 1996. Kini usaha ini diteruskan oleh salah satu anaknya yaitu, Dhima Yudhianto. Pecel murni awalnya, berupa tenda bongkar pasang. Berjualannya mulai pukul 5 sore, setelah beberapa kali pindah lokasi di sekitar Ahmad Yani, akhirnya menetap di lokasi yang sekarang ini, yaitu jalan Ahmad Yani No 211.
Jam berjualannya pun diperpanjang menjadi 24 jam. “Nasi pecel itu enak dimakan kapan saja. Bahkan kebanyakan yang mampir malah malam hingga dini hari,” tuturnya.
Dhima Yudhianto, menuturkan, perbedaan pecel Madiun dengan pecel lainnya, selain bumbu, juga dari sayuran yang digunakan. Seperti, kenikir, kembang turi, bendoyo, dan tauge pendek. “Pecel Madiun asli selalu menggunakan cambah pendek, kalaupun harus menggunakan cambah panjang, itu kalau dalam keadaan memang sudah terpaksa karena cambah pendeknya sulit, ataupun sudah habis,”jelasnya.
Ciri khas lainnya, yaitu dari wadah yang digunakan, Pecel Madiun
menggunakan pincuk, yaitu wadah dari daun pisang. Tak hanya pecel, berkunjung ke warung pecel murni, juga tersedia pilihan menu lainnya, seperti nasi goreng Jawa dan Mie Kluntung.
Arena BMX dan Skate Board adalah salah satu fasilitas rekreasi dan olah raga yang berlokasi di area Monumen Kapal Selam disamping parkir timur Plaza Surabaya Jl.
Pemuda tepi sungai Kalimas. Di area ini warga Surabaya bisa menyalurkan hobi bermain BMX dan skate board secara gratis alias tidak dipungut biaya apapun. Dengan demikian anak-anak dan generasi muda tidak perlu lagi bermain dan berlatih extreme sport tersebut di jalanan yang sangat membahayakan keselamatan diri mereka sendiri.
Dari hasil kerja sama antara Pemkot Surabaya dan PT. Telkom arena ini dibangun, yang dilengkapi dengan monumen Sura dan Buaya yang menyemburkan air mancur pada mulut patung Sura. Di area ini masyarakat atau pengunjung dari luar kota bisa berfoto dengan latar belakang monumen Suro Boyo yang menjadi ikon Surabaya.
Apalagi saat Anda berkunjung pada malam harinya, akan terlihat indah dengan hiasan lampu disekitar lokasi. Fasilitas olah raga ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet handal yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Malam Tahun Baru, Taman Budaya Gelar Wayang Kulit Berhadiah.
Taman Budaya Jawa Timur (TBJ) menyiapkan tontonan tradisional di malam pergantian tahun baru 2012. Tontonan tradisional itu berupa wayang kulit dengan lakon Pandu Swargo dengan dalang Ki Prasetyo Anom Carito dari Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TBJ, Sukatno, menyebutkan pertunjukan wayang kulit itu dimulai pukul 21.00 WIB, kemudian dihentikan sebentar saat detik-detik menjelang tahun baru 2012.”Saat pergantian tahun, selama 15 menit, akan diisi peniupan terompet dan pesta kembang api. Setelah itu dilanjutkan wayang kulit lagi hingga selesai sampai Minggu (1/1) pukul 03.30 WIB,” jelas Sukatno.
Acara penyambutan tahun baru itu digelar mulai Kamis (29/12/2011). Dimulai dengan pameran produk unggulan dari kabupaten dan kota di Jatim, seperti Kabupaten Trenggalek, Bojonegoro, banyuwangi, Tuban, Blitar, Sidoarjo, dan Kota Surabaya.
Kemudian pembukaan dan penampilan seni tari Pambagyo, dilanjutkan seni pertunjukan Tembang Kasmaran dari Kota Blitar.

Dilanjutkan di hari Jumat (30/12), diisi lomba masak dan demo masak, audio musik, penyerahan penghargaan pada seniman oleh Gubenur Jatim, dan pagelaran ludruk RRI dengan lakon “Song-Song Tunggul Yudha”.
“Khusus hari Sabtu selain wayang kulit, kami juga hadirkan lomba tari kreasi dan pagelaran musik banyu geni dan musik tiang gangsal,” lanjut Sukatno.
Uniknya, bagi pengunjung TBJ mulai hari Kamis, akan mendapatkan kupon. Kupon itu akan diundi dan berhadiah doorprize sebanyak 150 paket. Dengan hadiah utama, televisi layar datar berukuran 32 inci.
